Senin, Maret 09, 2009

Dirga dan apa yang dia pikirkan


Kadang aku suka bingung sama politik sama sekolah sama kehidupan ini yang susah banget di mengerti orang bilang manusia terbaik adalah manusia yang paling berguna buat manusia lainnya itu alasan aku ikutan PMR di sekolah, mungkin emang organisasi yang gak begitu menarik banget sih yaaa tapi aku jalanin ja moga-moga beneran bisa ngebantu orang yang lagi sakit. back to tujuan awal dewh aku selalu coba ngertiin hidup ini yang emang gak mudah mulai dari politik yang amat kotornya pemilu yang gak jelas maksud baiknya apa negara yang makin hari bukan makin baik malah makin hancur generasi penerus bangsanya juga sudah pada bobrok kliatan banget dari yang udah terjadi sekarang anak SMP udah pada ngerokok udah berani main gebug sesama pelajar pake kunci inggris tanpa pikir panjang apa akibatnya semuanya berjalan setiap hari di dunia iniyang makin parah banget udah deket kiamat kali ya? sekolah gue emang gak begitu bagus banget padahal orang-orang bilang ntu sekolah paling elit se bandung tapi yan gue rasain banyak banget kekotoran dalam politik sekolah ini mulai dari pengaruh buruk exkul yang ngajak anggotanya buat ngerokok sampe yang berusaha baik-baik ngelawan itu semua tapi emang yang banyak itu massa netral yang siap dan mudah untuk dipengaruhi oleh exkul-exkul besar tersebut semuanya berlomba buat ngedapetin massa yang banyak itu sama kayak sekarang pemilu kampanye isinya cuma gambar caleg-caleg gak bertanggung jawab yang gak punya visi misi di pinggir jalan dengan memasang baliho-baliho gak jelas banget yang cuma jadi polusi mata buat masyarakat buat nyari pemimpin yang baik sekarang susah banget orang jujur bisa berubah karena kekotoran politik indonesia ketika sudah menjabat semua janji-janjinya menjadi palsu masyarakat yang memilih yang menjadi korban dari semua ini yang ada cuma drakula masakini yaitu PEMERINTAH dengan teganya nyedot darah rakyat korupsi besar -besaran udah jadi makanan tiap harinya gak heran pemerintah badannya gendut2 gak cuma di situ kebobrokan bangsa ini aparat negaranya yaitu POLISI juga sama ajah ditengah jalan bisanya cuma mencari kesalahan para pengguna jalan raya dan mencari makan dengan uang hasil pemalakan kepada masyarakat itu wajar aja kalo di jalan kita bisa liat polisi yang muda aja yang kurus yang udah tua gendut semua gimana mereka mau ngejar penjahat yang rata2 kerempeng dan larinya ngebut? duuuuh indonesia-indonesia cuma bisa ngebanggain kebobrokan ini gak bisa berubah baik karena apa? mungkin bner semua paratur negara pemerintah dan semuanya harus di rombak UUD yang udah bener jadi salah gara2 pemerintah semuanya harus berubah kalo mau baik tapi gimana mau baik kalo penerus bangsanya pada gini? yang bisa kita lakuin cuma berdoa sama ALLAH SWT untuk ngubah indonesia ini jadi lebih baik guru-guru hasur jadi contoh yang baik bukan jadi contoh buruk atas kebobrokan bangsa ini ayo maju dan bangkit indonesiaku!!!!

What kind of LoveStory

Pagi. Awal Desember. Begitu kubasuh wajahku dengan air, aku tidak lagi bermimpi. 1 Desember 2008 pengumuman

try out ke-2 di SMP-ku. Aku tidak yakin dengan hasilku, bulan lalu aku menempati kelas A, kelas terbaik, dengan ranking 6.

Aku tak percaya. Kukira hanya temanku yang menggodaku tapi ternyata benar sewaktu wali kelasku memberikan selamat.

Aku malas untuk melihat papan pengumuman yang disesaki oleh orang-orang bau badan. Meski aku memang kusam aku punya

pilihan untuk tidak bergabung oleh mereka. Keimutan tubuhku bisa tenggelam diantara mereka yang berbadan kudanil.

Aku terbiasa naik angkot meski aku punya benda-benda mewah. Tapi aku suka tampil sederhana. Bahkan kakakku tak

mau mengajakku jalan-jalan karena aku seperti gembel. Kuakui memang iya. Seperti ini aku bisa menilai mana yang tulus berteman

denganku atau hanya memanfaatkan kepintaranku. Dan aku lebih sering dimanfaatkan oleh cowok-cowok yang sok keren padahal norak

untuk mengerjakan tugas remedial mereka. Untungnya aku berani jadi mereka tak semena-mena padaku. Kadang aku meminta bayaran

yang cukup tinggi. Jelas! memintaku mengerjakan pekerjaan yang mereka tak bisa tentu harus dibayar mahal.

Sebetulnya aku tak gembel-gembel amat. Hanya saja aku membiarkan rambutklu berantakan diterpa angin, memakai pakaian lusuh

dan kulitku kusam. Terlihat seperti lelaki yang terjebak dalam tubuh mungil wanita. Aku terlahir dikeluarga yang cukup kaya namun pelit.

Punya dua saudara tiri Genia dan Lili. Mereka sudah pada bekerja. Jauh sekali umurnya denganku. Dan yang baik padaku hanya Lili

kurasa. Dia memperlakukanku sangat lembut beda dengan Genia yang sangat jijik terhadapku. Seperti sampah saja aku ini.

Pagi hari 1 Desember 2008. Di sekolah. Saat aku duduk menunggu papan pengumuman berkurang seorang lelaki hitam

dan tampang sangar mendeketiku. Itulah Billy, sahabatku dari kelas satu di SMP ini. Terlihat galak dan menyebalkan meski memang begitu

dia baik sekali padaku, seakan aku adiknya.

" Cha, isukan maneh milu urang jeung barudak latian, heu'eh?" katanya. Sejak dulu Billy bersikeras untuk menyeret aku dalam band konyolnya dengan nama

The Flat. Hm...ada apa dengan apartemen?

" Ga bisaa..sibuk"

" Sibuk naon ari maneh? Paling ge ngan sajam." bujuknya

" Mau siiihh..tapi aku sibuk jadi babu dirumah" jawabku jujur. Hari Minggu adalah hari dimana aku diperbudak dengan semena-

mena oleh Papa, Mama, Kakak. Hari dimana aku di dapur, berhubungan dengan lap, air, sampah yaaah kau tau? seperti pembantu.

" Ikutlah, da latiana di Kopo. Dianterkeun ku babeh na si Iki"

" Siapa ja yg ikut?" tanyaku. Aku memang tertarik dengan bandnya karena anak-anaknya memang anak-anak pintar dan sedikit

cakep. Haha tapi yang aku takutkan mereka tidak suka ada aku ikut di bandnya.

" Urang, Iky, Agah, Jalu jeung adina si Iky" katanya mantap.

" Itu diaaa....aku malu ma Jalu ma Anugrah. Mereka tu ti'is bgt. Apalagi Jalu tu pinter bgt karismany bkin aku ngeri. Ntar aku dibunuh

gara2 ikut. Terus Adenya Iki? Siapaaa lagi..ogah ah"

" Plis atuh, Cha..kali ini weeh"

" Gimana besok deh. Aku sms km ntar"

" Aluss...Jaaall kadieu geura" teriaknya yang bikin aku terlonjak. Untuk apa Billy manggi Jalu? cowok amit-amit yang blagu itu.

Jalu datang dengan Iki. Dan tampak sibuk dengan handphone Motorolanya. Wajahnya yang bikin anak-anak lain ingin meninjunya ia perlihatkan saat

memandangku.

" Jal, budak ieu yeuh?" Billy mengenalkanku. Aku hanya melotot dan mengalihkan pembicaraan.

" Iki, km kelas mana? tau aku dimana?" tanyaku gagap.

" Kelas C dong, hahaha. Saya naek asalnya klas I hayo. Kamu teh dimana ya? Di B sama C mah ga ada" jawabnya. Aduh,

aku kelas mana. Sudahku duga aku turun. Aduh mama papa pasti kecewa padahal aku menjajikan kelas terbaik lagi karena aku membeli

kaset game perang-perangan dan kumainkan hingga larut.

" Yaah, turun deh. Kalo kamu?" tanyaku tak sengaja. Entah mengapa aku ingin lebih akrab dengan Jalu. Aku mau mencairkan

suasana yang kutakutkan.

" Jalu mah klas A atuh, Cha. Urang mah di C oge da sarua jeung si Iki" jawab Billy. Jalu masih sibuk dengan handphonenya.

Tampaknya dia sms pacarnya atau punya janji penting. Orang misterius kaya Jalu kan banyak kegiatan yang ga pernah kita duga. Ia g?

Beda dengan Iki. Yang cukup imut dengan kulit putih dan kacamata tebalnya. Dia cakep sih hanya sayang seperti idiot yang kebanyakan makan kopi

anaknya Punk abis. Sohibku bergosip tentang band punk luar negeri contohnya Blink 182 yang jadi andalan kami. Sebenarnya aku, Billy dan Iki

memang satu selera pembicaraannya. Musik atau lelucon konyol. Jalu pergi tanpa mengucapkan apa-apa karena ada telepon masuk.

Malu mengeluarkan handphoneku. Butut banget sih ada antene item putih layarnya dengan latar kuning, berat, sebesar tempat pensil.

Kalo kau lihat pasti terlihat seperti remot TV atau Radio Amatir. Tapi itulah handphoneku. Aku menghilangkan Siemensku saat meminjam

buku di perpustakaan daerah.Sebagai gantinya papa berbaik hati memberikan handphone bata nya padaku. Mau tak mau aku terima karena

memang butuh.

Awal Perjalanan Dirga Menemukan Cinta


Pagi ini emang gak ada yang tau aku bakal gimana, gak ada yang tau aku bakal ketemu siapa atau apalah.Yang aku tau aku Cuma bisa jalanin hari ini ajah dengan sisa-sisa sakit hati yang mendalam yang sedang kulupakan.

Yaa seperti biasanya minggu pagi ini kaya minggu pagi yang lainnya ketika aku hendak latihan band aku pasti bangun pagi-pagi lalu siap-siap seperti biasa, tak lupa pula aku menyiapkan sepedaku yaitu partnerku yang setia nganterin aku kemana ajah hehe.

Setelah aku siap, aku pun berangkat tanpa ada pikiran apasaja hanya berpikir aku bakal latihan band di kopo yaitu tempat dimana aku pertama kali mempunyai ide membuat band bersama sahabatku agah. Aku sama sekali gak ada pikiran apa-apa bakal gimana ato bakal gimana ajah.

Sesampainya di rumah rizky (base camp band) aku kaget saat melihat ada satu sepeda lagi, yang aku tak tahu milik siapakah sepeda itu. Memang tak biasanya da sepeda itu datang. Awalnya ku kira itu milik billy, dan dengan tanpa pikir panjang aku yang sedang melepas sepatu lalu berkata ,”Itu sepeda kamu bil?”. Lalu tak lama ku dengar jawaban dari dalam ,” Iya itu milikku”, “oooooooh”, Tanpa pikir panjang aku meng iyakan saja. Lalu aku masuk ke dalam rumah itu aku kaget ternyata ada seorang perempuan yang memang billy janjikan akan di ajak latihan dan akan di masukkan sebagai keyboardist di band ini.

Aku saat itu merasa malu juga ketika mengetahiu ternyata sepeda yang tadi aku kira milik billy ternyata itu punya perempuan tersebut. Aku merasa kaget juga tapi dalam hatiku mulai merasa kagum kepada perempuan itu. Aku berusaha mengambil perhatiannya sedikit-sedikit dengan mencoba mengajak dia ngobrol walaupun aku memang malu-malu juga. Aku tidak bisa berhenti memandangnya dan hatikupun bertanya ,”apakah perempuan inikah yang kan menjadi pengobat hatiku yang sakit karna merasa dipermainkan?”. Awalnya aku tidak percaya, aku biarkan saja hari ini berjalan sebagaimana mesrinya berjalan.

Akupun akhirnya mendemonstrasikn lagu yang sudah aku buat yang akan ku usulkan untuk masuk ke dalam kumpulan lagu band ini. Lagunya memang berisi pernyataan cinta seseorang lelaki kepada seorang perempuan yang disukainya. Aku menyanyikannya dengan sedikit malu karena diam-diam aku sudah memiliki rasa kagum pada perempuan yang sejak tadi tak bisa aku melepas pandanganku darinya.

Tak berapa lamapun akhirnya kami semua satu rombongan berangkat menuju tempat latihan band menggunakan mobil hijet berwarna merah yang di tempeli tulisan NOS. anak-anak grup band menyebutnya ‘SKYLINE’ walaupun kalau dipikir-pikir mobil itu lebih mirip dengan mobil ‘mystery inc’ yang ada di film Scooby doo.

Diperjalanan seperti biasa aku duduk di belakang bersama billy sambil mendengarkan music dari mp4 milik billy, billy emperdengarkan lagu dimana kekesalan seorang lelaki kepada perempuan yang di pujanya ternyata telah mempermainkannya persis seperti yang pernah ku alami. Tapi lama-lama aku mulai iseng mengajak ngobrol perempuan itu dengan basa-basi saja. Tapi tak tahu kenapa malah-malah anak-anak grup band malah menjodoh-jodohkan aku dengan perempuan itu. Aku merasa sangat malu saat itu. Dan kegiatan anak-anak band tak ada hentinya menjodoh-jodohkan aku dengan perempuan itu. Memang aku akui perempuan itu cantik sekali dan aku merasa dia orangnya sangat friendly dan baik banget.

Tak berapa lama akhirnya sampai juga kami semua di tempat latihan band yang terletak di kopo dan studio itu bernama AR studio.

Kami semua pun masuk ke dalam studio tersebut, aku dengan biasa memilih gitar kesukaanku yaitu yang berwarna hitam karena gitar itu memang empuk saat dimainkan. Aku pun mengambil posisi yang ternyata dekat sekali dengan perempuan itu berdiri. Latihampun akhirnya dimulai perempuan itu memang belum hapal dengan lagu- lagu yang band kami nyanyikan lalu aku berikan saja binderku lalu kuperlihatkan dimana letak yric lagu yang sedang dinyanyikan.

Setelah 1 jam penuh berada di studio kamui semua pun memutuskan untuk beristirahat sejenak karena sudah masuk waktu dzuhur. Tapi kami memilih untuk makan dahulu. Yang memiliki studio itu dalah teman dari orangtuaku juga membuka usaha berjualan batagor. Kami awalnya minum-minum dahulu karena cape dalam latihan itu. Akupun memutuskan membelikan perempuan itu minuman karena ku tahu perempuan itu pasti haus dan dia memang terlihat sangat kehausan. Aku belikan dia sebotol minuman teh dia pun berterimakasih padaku.

Tak berapa lama akhirnya batagor yang telah di pesan pun datang. Kami semua memakannya sambil bercanda-canda aku pun diuduk di dekat perempuan itu.

Setelah makan selesai akhirnya kamipun satu persatu sholat karena memang tempat untuk sholatnya agak kecil, tak berapa lama aku selesai sholat dan akhirnya giliran perempuan itu yang sholat. Setelah ia sholat kami berdua sedang berada di luar studio lalu aku meminta nomor telepon dia dengan niat apabila ada rencana latihan aku akan memberitahukannya.

Setelah di berikan nomor telepon olehnya aku dengan peempuan itu pun masuk ke dalam studio lagi.latihanpun dilanjutkan 1 jam lagi. Setelah itu kamipun pulang. Di perjalanan aku mengajak ngobrol perempuan itu lebih banyak dari pada tadi aku menegurnya ketika dia tiba-tiba hanya terdiam.

Setelah sampai di rumah rizky kami beristidahat sejenak sambil aku memainkan gitar dengan lagu ‘wind of change’ milik scorpion ternyata perempuan itu pun ikut bernyanyi, dan muali dari saat itu kami berdua mulai akrab dalam berbicara, aku mulai menanyakan kapan jadwal les dia. karena memang tetrmpat les aku dengan perempuan itu sama.

Kami ngobrol bersama cukup lama sampaiu sekitar 30 menit setelah itu kami semua pulang. Aku bersama agah juga perempuan itu bersama-sama berangkat pulang karena kami bertiga membawa kendaraan yang sama yaitu sepeda.

Tapi di saat keluar komplek rumah rizky kami berpisah. Aku bersama agah dan diapun sendirian. Entah apa yang sebenarnya aku rasakan aku merasa ingin sekali bertemu lagi dengannya karena perempuan itu mengatakan bahwa rumahnya berada di Pharmindo. Tapi apa boleh dikata memang jalannya beda akhirnya akupun merasa sedih tidak bertemu lagi. Padahal dengan sengaja aku mempercepat laju sepedaku agar aku bertemu dengannya.

Keesokan harinya hari senin di sekolah, aku mendapatkan sebuah pesan singkat di telefon gengamku dengan isi pesan ,” ini nomer aku, indry” kurang lebih seperti itulah, aku sempat bingung Indry yang manakah saat itu. Indry yang di kelasku ataukah indry seorang perempuan itu yang kemarin aku berkenalan dengannya dan terlibat percakapan cukup hangat dengannya?. Tak berapa lama akhirnya aku mengetahui bahwa sebenarnya yang mengirim pesan singkat ke telefon genggamku adalah indry yang kemarin aku berkenalan dengannya.

Betapa senangnya hatiku bisa mendapatkan nomor telepon genggamnya yang GSM, karena saat kemarin ia memberikan nomor teleponnya yang CDMA. Kebetulan sekali nomor GSM nya satu provider dengan milikku aku senang sekali akhirnya aku kirimi dia pesan singkat.

Siang harinya setelah bel pulang sekolah berbnunyi kami semua anak-anak grup band dan perempuan itu berkumpul seperti yang telah dijanjikan kemarin, bahwa kita semua akan mencoba mendaftar ke sebuah acara audisi band yang diselenggarakan sebuah pabrikan motor. Awalnya aku disuruh oleh billy untuk berangkat hanya berduaan saja dengan perempuan itu. Akupun malu dan mengelak memaksa dan mengajak billy juga rizky untuk ikut bersama kami mendaftar di sebuah radio swasta di bandung. Mereka semua takberhenti menjodoh-jodohkan aku dengan perempuan itu.

Akhirnya dengan paksaan yang keras billy juga rizky ikut bersama, kami semua pergi ke tempat itu menggunakan angkutan umum, diperjalanan kami bercanda dan obrolan yang hangat. Sesampainya di stasiun radio tersebut kami langsung saja mengisi formulirnya dan melihat persyaratan-parsyaratannya setelah itu kami putuskan untuk pulang. tapi saat baru saja keluar dari stasiun radio itu perempuan itu mengajakku untuk ikut bersamanya untuk mengikuti jadwal lesnya sekarang, awalnya aku berpiokir dahulu dikarenakan aku tidak membawa modul les itu. Tapi perempuan itu meyakinkan aku bahwa dia akan meminjamkan modulnya untuk dibaca bersamaku nanti. Akhirnya akupun menyetujuinya.

Di perjalanan pulang tersebut aku hanya berjalan bersama perempuan itu kami bercakap-cakap cukup banyak kami berduapun semakin akrab . bahkan tanpa terasa kami meninggalkan billy dan rizky di belakang kami berdua. Kami berdua seperti orang yang sedang berpacaran saja karena memang kami berdua itu nyambung saat kami berbicara aku pun semakin merasa nyaman berada di dekatnya aku merasa semakin menyukai perempuan itu yang ku tahu baru saja kemarin aku mengenalnya.