Sabtu, Februari 07, 2009

Ekskursi Gua Pawon

Teringat pengalaman mengasikkan saya bersama orang-orang pintar. Ya, bersama para guru dan dosen geografi seKota Bandung! Ekskursi Gua Pawon dan The Peak pada tanggal 5 Juni 2008. Sungguh pengalaman yang mengasikan!
Bayangkan kembali saja membuatku memasuki dunia zaman dulu.
Pada mulanya saya mendapatkan tiket gratis untuk mengikuti ekskursi di Gua Pawon (ketika itu saya tak tau apa maksudnya, pastinya membosankan mendengar orang bercerita masa lampau) Kakak saya hanya bilang ada acara ulang tahun dan tujuanku pastinya makan dan mendapat pengetahuan dari guide di Museun Geologi. tapi salah!!!
Malam sebelumnya saya menelpon pacar saya untuk menemani saya ke acara itu karena memang disediakan untuk dua orang satu tiket. Tapi si sayang lagi di Depok dan bergelap-gelap ria karena mati lampu. Lalu saya mengajak sahabat saya Atina, si kriting dari Padang. Dengan sogokan makan siang dia mau ikut.
Lalu jam 7 pagi saya sudah sampai di museum (nebeng kakak yang kerja di ujung berung) clingak clinguk. Ko cm ada ibu2 ya? Dan kulihat 2 guru geografiku sedang makan roti di jendela. Mereka mengenalku bukan berarti karena aku cemerlang karena dulu aku pernah jadi ketua murid di kelasnya. Setalah tanya ini itu ternyata ini adalah acara penting yang dibiayai oleh pemerintah (katanya) dan tentunya saya beruntung karena dapat kaos dan topi (dg tulisan MUSEUM GEOLOGI BANDUNG) dan juga snack juga makan siang!!! Yippee...
Bosan menunggu si Kriting Atin saya berjalan-jalan bersama guru saya, Bu Neni dan Bu (aduh lupa..yg ky nidji loh). Dan muncullah si Atin. Lalu kami ganti baju dan memakai name tag. Pertamanya sih kita dikasih snack gitu trus masuk ke ruang multimedia. Crita pke slideshow tentang sejarah museum geologi ma bandung purba. Dah gitu kita tanya jawab, karena saya terlalu asik mendengarkan diskusi keinginan saya bertanya (dari mana loe tau smua itu?)
udah ilang. Terus kita semua pada ke padalarang naek bis. Bisnya mini tapi komplit. Lewat tol Pasteur dijalan kita dikasih bimbingan juga tentang pembelahan gunung untuk dijadikan tol ini pas nyampe ke tempat yang dituju pertama yaitu Gunung Masigit, buset dah panas bgt. Banyak debu dan kapur berterbangan kita liat gunung itu dari stone garden tempat adanya batu mesra (dua batu yang saling senderan menghadap ke sawah. batunya ada di puncak bukit) dah gitu diceritain asalmula penamaan gunung ternyata nyambung ma cerita dayang sumbi.
Puas panas-panasan dan foto-foto kita langsung cabut ke gua pawon. Panasnya rada berkurang karena kita dikasih makan siang. Pertama masuk ke gua saya tak tahan baunya. Apek dan kelelawar banyak banget tapi saya takjub melihat pesona gua itu. Hanya gua tapi sungguh bikin hati saya kagum. Mulut mangap melihat tiap sisi gua. Langit-langit tinggi banget ada staglaktit dan stalagmit (dan kelelawar nongkrong) pas gitu saya nyampe di suatu ruangan yang penuh ooo ternyata itu tempat ditemukan kuburan manusia purba gituu..kereen sang penemu bercerita ini itu dan saya sempat diwawancarai Bandung TV. Jalan keluar dari gua itu memang susah sampe Atin nyungseb ke tanaman untung ga berguling-guling dulu. Acara selanjutnya ke The Peak. Cerita tentang Danau Bandung Purba. Bayangkan saya sedang berdiri di tempat yang dulunya pesisir pantai! Waw..emang ga ada tanda-tanda laut sekarang cm imajinasi saya tiba-tiba keluar tentang monster air yang aneh-aneh dan binatang purba. Dan acara kuis (Atin memenangkan sebuah buku karena ketidaktaumaluannya) kita semua pulang deh..Asik banget acaranya dapet banyak ilmu. Susah kalo diceritain satu-satu. Sebagai gambaran Berikut ini ada info lengkap :

http://www.esdm.go.id/berita/geologi/42-geologi/1786-museum-geologi-adakan-ekskursi-ke-gua-pawon.html

http://emmaku.multiply.com/reviews/item/49

http://dieny-yusuf.com/2007/09/04/apakah-manusia-purba-terkubur-di-gua-pawon/

http://mahanagari.multiply.com/journal/item/39

Kamis, Februari 05, 2009

My Everything


Pernahkah anda merasa bahagia diantara teman-teman yang menyayangi anda? Terlintas disetiap kesendirian atau kebahagiaan ingin berbagi pengalaman bersama seseorang. Entah kepada pacar atau kepada teman. Bahkan jalan-jalan bersama teman-teman lebih mengasikan dibanding bersama si sayang. Meski si teman-teman menjengkelkan dan egois. Kita masih bisa memahami.
Teh kotak. adalah satu dari ribuan klik yang ada di dunia. Dibuat bukan untuk merusak negeri tapi untuk kekompakan dan teman belajar. Pada mulanya kita berada di lingkungan asing (teringat saat pertama masuk sekolah) dan sama sekali tak punya teman. Sehingga kita berharap orang yang duduk di belah kita dapat menghapus ke-berasa-stranger-an kita. Misalnya dengan mendiskusikan pelajaran atau mengobrol sambil menyantap makan siang. Pada mulanya kita sangat bergantung pada teman baru kita. Mudah saja saat pemilihan ekskul. Kita cenderung mengikuti atau sama-sama memilih organisasi yang sama atas dasar 'supaya ada teman'. Namun setelah kita tau kita beda muncullah rasa percaya diri untuk berkreasi tanpa malu bahkan kita didukung. Seperti halnya saya yang baru-baru ini sering berkumpul dengan teman-teman saya untuk berfoto-foto, bercerita, mengerjakan tugas. Merasa terikat bahkan sangat terikat. Haha..mungkin cerita ini tidak begitu menarik, hanya saja saya sangat tersentuh ketika saya sedang sakit disekolah (dan dibilang sesepuh karena menggunakan syal) mereka beramai-ramai mengantar saya izin pulang. Di foto kurang satu anggota kami. Yaitu Indah karena dia yang memfoto. Hobi kami semua sama. Yaitu foto-foto. Jurig narsisnya ada 3. Anis, Santi, Siwi dan Syifa. Saya terkadang ikut tapi saya mempunyai masalah rambut sehingga jelek sekali bila difoto. Hehe. Laki-lakinya ada 2 yaitu cowok paling pintar dikelas. Dan tak tahu malu. Mereka berdua sangat jarang ditemukan karena mereka mengakui adanya persahabatan antara kami yang didominasi cewek centil gila kamera. Nilai-nilai km tak turun karena sering hangout atau mengobrol tentang c kecengan, bahkan naik! Haha, tentunya kami tak terlalu mementingkan masalah pertemanan karena sebetulnya kami anak netral yang mau berteman dengan siapa saja.